Istri Abu Bakr al-Baghdadi Beberkan Rahasia ISIS
pemimpin Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang mendaulat diri sebagai Khalifah, Abu Bakr al-Baghdadi

ANKARA (Suaramuslim.net) – Istri pemimpin Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang mendaulat diri sebagai Khalifah, Abu Bakr al-Baghdadi, yang dikabarkan tewas bulan lalu, disebut telah membeberkan ‘banyak informasi’ soal ‘cara kerja internal’ ISIS.

Buka suaranya istri pemimpin ISIS, setelah dia ditangkap otoritas Turki sejak tahun lalu.

Sebagaimana yang dilansir AFP, Jumat (8/11), seorang pejabat Turki yang enggan disebut namanya, mengatakan bahwa istri Baghdadi awalnya mengaku dirinya bernama Rania Mahmoud, namun faktanya dia bernama Asma Fawzi Muhammad Al-Qubaysi.

Asma disebut sebagai ‘istri pertama’ Baghdadi, yang tewas meledakkan diri dalam operasi pasukan khusus AS di Suriah bulan lalu.

Asma ditangkap sejak 2 Juni 2018 lalu, di Provinsi Hatay, dekat perbatasan Suriah. Dia ditangkap bersama 10 orang lainnya, termasuk anak perempuan Baghdadi yang menyebut dirinya bernama Leila Jabeer.

Pejabat Turki tersebut mengatakan, hubungan keluarga telah dikonfirmasi melalui sebuah sampel DNA milik Baghdadi yang diberikan oleh otoritas Irak.

“Kami menemukan identitas aslinya (istri Baghdadi) cukup cepat. Pada saat itu, dia dengan sukarela memberikan banyak informasi soal Baghdadi dan cara kerja internal ISIS,” sebut pejabat Turki itu dalam pernyataannya.

Baca Juga :  Amerika Pastikan Kematian Pemimpin ISIS Al-Baghdadi

“Kami mampu mengonfirmasi banyak hal yang telah kami ketahui. Kami juga mendapatkan informasi baru yang mengarah pada serentetan penangkapan di lokasi-lokasi lainnya,” imbuhnya.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, baru mengungkapkan penangkapan Asma untuk pertama kali pada Rabu (6/11) waktu setempat.

“Kami menangkap istrinya. Saya katakan ini hari ini untuk pertama kalinya, tapi kami tidak membesar-besarkannya,” ucap Erdogan.

Erdogan juga mengonfirmasi bahwa Turki telah menangkap saudara perempuan dan saudara ipar laki-laki dari Baghdadi. Dalam pernyataannya, Erdogan menyindir AS yang membesar-besarkan kematian Baghdadi.

“Mereka memulai operasi komunikasi sangat besar,” cetusnya.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.