Travel Blogger Rosie Gabrielle Kini Mantap Menjadi Muallaf. Foto: Islampos.com

Suaramuslim.net – Travel blogger Rosie Gabrielle kerap kali mengunjungi negara Muslim di seluruh dunia dengan sepeda motornya. Karena hal tersebut, dia merasa menjadi dekat dengan Islam, hingga akhirnya dia menyatakan menjadi Muslimah ketika mengunjungi Pakistan pada Desember 2019 lalu.

Rosie Gabrielle dalam foto yang tersebar di akun blogger miliknya sedang memperlihatkan memegang Al-Qur’an. Dalam akun pribadinya itu, ia menjelaskan dalam perjalanan panjangnya yang ia lalui selama menjadi traveler. Ia merasa menerima hadiah dari Allah SWT berupa pandangan Islami dengan mengenal rasa sakit hingga amarah.

Dia menggunakan Instagram untuk mengumumkan beritanya dan menulis, “Tahun terakhir ini adalah salah satu yang tersulit dalam hidup saya, dan semua tantangan hidup telah membawa saya ke titik ini, di sini, dan sekarang. Dari seorang anak kecil, saya selalu memiliki hubungan yang unik dengan penciptaan dan hubungan khusus dengan Tuhan. Jalan saya jauh dari mudah dan saya membawa banyak kemarahan di hati saya dari rasa sakit seumur hidup, selalu memohon pada Tuhan, mengapa saya? Akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa semua itu dimaksudkan, dan bahkan penderitaan saya adalah hadiah,” tulisnya.

“Saya menginginkan kedamaian di hati saya, pengampunan dan hubungan yang paling mendalam dengan semua. Dan dengan demikian memulai perjalanan saya,” lanjutnya.

Dia mengungkapkan, agama yang sebelumnya, telah dia tinggalkan empat tahun lalu. Sebab, dia mengaku tak pernah merasa dekat dengan apa yang dia bawa dan persiapkan.

Tak hanya itu, dia juga mengatakan, perjalanan yang ditempuhnya untuk menjadi mualaf merupakan upaya pencarian diri dan rasa ingin tahu yang tumbuh semakin kuat.

“Sekarang tidak lagi ditentukan rasa takut, saya dapat sepenuhnya menjelajahi jalan yang lurus ini,” kata dia.

Dia menyimpulkan catatan panjang yang mengatakan, “Seperti semua agama, ada banyak interpretasi. Tapi, intinya, makna sebenarnya dari Islam, adalah perdamaian, cinta dan keesaan. Ini bukan agama, tapi cara hidup.

“Kehidupan kemanusiaan, kerendahan hati dan cinta. Bagi saya, secara teknis saya sudah Muslim. Syahadat saya pada dasarnya adalah dedikasi ulang hidup saya ke jalan keesaan, koneksi dan kedamaian melalui pengabdian kepada Tuhan,” tutupnya.

Sumber: Nation.com

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.