Awal Masuknya Islam di Asia Tenggara

963
Awal Masuknya Islam di Asia Tenggara

Suaramuslim.net – Sejauh ini, Indonesia menyandang status sebagai penduduk muslim terbanyak di Asia Tenggara bahkan di dunia. Padahal, Islam telah tumbuh merata di berbagai negeri di Asia Tenggara. Bagaimana awal masuknya Islam di Asia Tenggara?

Menurut Uka Tjandra Sasmita, seorang Arkeolog asal Indonesia, memaparkan bahwa proses masukya Islam ke Asia Tenggara karena lima hal. Pertama, saluran perdagangan. Kesibukan lalu-lintas perdagangan pada abad ke-7 hingga ke-16 membuat pedagang Muslim Arab, Persia dan India turut ambil bagian dalam perdagangan dari negeri-negeri bagian Barat, Tenggara dan Timur Benua Asia.

-Advertisement-

Kedua, melalui saluran perkawinan. Dari sudut ekonomi, para pedagang Muslim memiliki status sosial yang lebih baik daripada kebanyakan pribumi, sehingga penduduk pribumi terutama puteri-puteri bangsawan, tertarik untuk menjadi isteri saudagar-saudagar itu.

Ketiga, saluran pendidikan. Islamisasi juga dilakukan melalui pendidikan, baik pesantren maupun pondok yang diselenggarakan oleh guru-guru agama, kiai-kiai dan ulama. Di pesantren atau pondok itu, calon ulama, guru agama dan kiai mendapat pendidikan agama. Setelah keluar dari pesantren, mereka pulang ke kampung masing-masing atau berdakwah ke tempat tertentu mengajarkan Islam. Misalnya, pesantren yang didirikan oleh Raden Rahmat di Ampel Denta Surabaya, dan Sunan Giri di Giri.

Keempat, saluran kesenian. Islamisasi melaui kesenian yang paling terkenal adalah pertunjukan wayang. Menurut catatan sejarah tokoh penyebar Islam yang mengambil peran melalui saluran ini adalah Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga adalah tokoh yang paling mahir dalam mementaskan wayang.

Baca Juga :  Inilah Jejak Islam di Sumatera Barat

Kelima,  saluran politik. Di Maluku dan Sulawesi selatan, kebanyakan rakyat masuk Islam setelah rajanya memeluk Islam terlebih dahulu. Pengaruh politik raja sangat membantu tersebarnya Islam di daerah ini. Di samping itu, baik di Sumatera dan Jawa maupun di Indonesia Bagian Timur, demi kepentingan politik, kerajaan-kerajaan Islam memerangi kerajaan-kerajaan non Islam. Kemenangan kerajaan Islam secara politis banyak menarik penduduk kerajaan bukan Islam itu masuk Islam.

Rohingya, Awal Mula Islam Tumbuh di Myanmar

Belakangan ini, air mata umat Islam dikuras atas penderitaan saudara semuslim kita yang ada di Myanmar. Rohingya, adalah daerah pertama bermulanya Islam di Myanmar.

Islam masuk ke Myanmar sekitar tahun 1055. Pedagang-pedagang Arab memperkenalkan Islam kepada mereka saat mendarat di delta Sungai Ayeyarwady, Semenanjung Tanintharyi, dan daerah Arakan yang yang terletak di sisi barat Myanmar. Gunung Arakan memisahkan wilayah daerah Arakan dengan daerah-daerah lain Myanmar yang mayoritas menganut Budha. Selain etnis Arakan, etnis Shan juga dikenal sebagai penganut Islam.

Orang-orang dari Persia sampai Myanmar saat menjelajahi kawasan selatan Cina. Orang-orang Islam yang merupakan penduduk asli Myanmar disebut Pathi, sedangkan orang-orang Islam yang berasal dari Cina disebut Panthay. Dari sana, Islam menyebar ke berbagai daerah, seperti Pegu, Tenasserim, dan Pathein.

Baca Juga :  Perkembangan Islam di Papua
Islam di Thailand

Masuknya agama Islam ke Selatan Thailand (Pattani) tidak bisa dilepaskan dengan masuknya Islam ke Asia tenggara. Rentetan penyiaran Islam di Nusantara ini merupakan satu kesatuan dari mata rantai peroses Islamisasi di Nusantara. Hal ini tentu terkait dengan seputar pendapat yang menjelaskan tentang masuknya Islam ke Nusantara yang secara garis besar dibagi dua pendapat, yakni pendapat yang mengatakan Islam masuk ke wilayah ini pada abad ke tujuh Masehi dan langsung dari Arab. Pendapat lain mengatakan Islam masuk ke Nusantara pada abad ketiga belas Masehi berasal dari India.

Salah satu bukti bahwa Islam juga menggeliat di negeri ini adalah berkembangnya pendidikan Islam di dalamnya. Di Thailand, khususnya di beberapa daerah seperti Pattani, Setul, Yala, dan Narathiwat Pendidikan Islam, dengan Pondok dan Madrasah menjadi tulang punggung identitas Islam dan perlawanan Islam terhadap pemerintah pusat.

Pondok telah bertransformasi menjadi sekolah agama modern (madrasah). Perkembangan madrasah sangat pesat dengan memasukan dalam kurikulumnya mata pelajaran umum yang diwajibkan oleh pemerintah, seperti bahasa Thai, matematika, sains, sejarah ilmu bumi, bahasa Ingris.

Baca Juga :  Menengok Kejayaan Islam di Masa Kerajaan Ustmani
Islam di Laos

Meski minoritas, muslim juga berkembang dan tumbuh di Laos. Agama Islam pertama kali masuk Laos melalui para pedagang Cina dari Yunnan. Para saudagar Cina ini bukan hanya membawa dagangannya ke Laos, namun juga ke negara tetangganya, seperti Thailand dan Birma (Myanmar saat ini). Oleh masyarakat Laos dan Thailand, para pedagang asal Cina ini dikenal dengan nama Chin Haw.

Peninggalan kaum Chin Haw yang ada hingga hari ini adalah beberapa kelompok kecil komunitas Muslim yang tinggal di dataran tinggi dan perbukitan. Mereka menyuplai kebutuhan pokok masyarakat perkotaan.

Di sini, mereka memiliki sebuah masjid dengan ukuran yang sangat besar dan menjadi kebanggaan Muslim Laos. Letaknya di ruas jalan yang terletak di belakang pusat air mancur Nam Phui. Masjid ini dibangun dengan gaya neo-Moghul dengan ciri khas berupa menara gaya oriental. Masjid ini juga dilengkapi pengeras suara untuk azan. Ornamen lain adalah tulisan-tulisan dalam lima bahasa, yaitu Arab, Tamil, Lao, Urdu, dan Inggris, yang terdapat dalam masjid.

Kontributor: Mufatihatul Islam
Editor: Muhammad Nashir

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here