Geliat Perkembangan Islam di Berbagai Negeri

115
Geliat Perkembangan Islam di Berbagai Negeri

Suaramuslim.net – Dinamika perkembangan Islam, ternyata tidak hanya berkembang di negara mayoritas muslim saja. Islam juga berkembang di negeri lain, meski hanya minoritas. Bagaimana dinamika Islam di negara lain? Simak ulasannya di bawah ini.

Masuknya Islam di berbagai penjuru negeri, adalah salah satu bukti bahwa dakwah Rasulullah telah sempurna menyusuri seluruh penduduk bumi. Islam tak hanya tersebar di wilayah jazirah Arab dan sekitarnya saja. Islam berkembang di Amerika, Jepang, bahkan juga di kepulauan kecil diantara Samudra Atlantik pun tersentuh cahaya Islam. Ini membuktikan bahwa tak sedikitpun negeri yang terlewatkan dalam penyebaran Islam.

Geliat Keislaman di Pesisir Amerika Selatan

Berdasarkan sensus resmi tahun 2012, sebesar 6,8 persen dari total 746.955 penduduk Guyana adalah pemeluk agama Islam. Soal implementasi ajaran Islam, kaum Muslim Guyana konsisten dalam menjalankannya. Di sinilah, agama Islam menemukan momentumnya. Bahkan, termasuk yang paling pesat perkembangannya di kawasan. Salah satu indikator adalah jumlah masjid yang cukup banyak di negeri itu.

Seperti dicatat Organisasi Islam Pusat Guyana (CIOG), terdapat sekitar 145 unit masjid di Guyana. Sarana ibadah itu tersebar di seluruh penjuru negara. Padahal, komunitas Muslim sendiri mencakup sekitar tujuh persen dari populasi.

Beberapa waktu lalu, Dr. Sabeel Ahmed seorang pendakwah tersohor di Amerika juga mengungkapkan bahwa umat Muslim Guyana mamandang ajaran Islam sebagai pegangan kehidupan. Itu dijalankan secara nyata. Islam menjadi solusi dari setiap permasalahan. Selain juga acuan dalam membina kerukunan dan toleransi antar agama.

Sejak beberapa tahun terakhir, umat muslim setempat mengekspresikan semangat itu pada sebuah kegiatan besar bertajuk Festival Islam. Acara berlangsung sepekan penuh dilakukan di kota-kota besar sampai ke desa. Beragam aktivitas keagamaan digelar. Mereka juga mengundang tokoh-tokoh muslim dari luar negeri.

Pada festival yang kini rutin diselenggarakan setiap tahun itu, pesan dan informasi tentang Islam disebarluaskan. Tausiyah (nasihat keagamaan) senantiasa mengisi relung jiwa. Mereka menggelarnya di kota, desa, jalan-jalan, sekolah, hingga kampus. Melalui televisi dan media lain, kalangan di luar Islam bisa turut memberi perhatian.

Tak hanya berupa festival, dialog antara Muslim dan non-muslim terus diintensifkan. Akhirnya, muncul simpati. Cukup banyak kaum non-muslim memilih beralih agama dan memeluk Islam. Mengetahui itu, pada setiap presentasi, Dr. Sabeel pun berusaha mengajak umat non-muslim bersedia menjadi muslim.

Gayung bersambut, sejumlah orang, antara lain, penganut Hindu maupun Nasrani, usia tua dan muda, tertarik mempelajari Islam. Fenomena itu sudah berlangsung lama, tidak sedikit kaum non-muslim memutuskan menjadi muallaf. Mereka menemukan kebenaran dalam Islam, juga kedamaian melalui ajarannya. Puluhan bahkan ratusan orang tercatat telah menyatakan keislamannya. Hal ini tentu patut diapresiasi.

Perkembangan Islam di Barbados

Barbados adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di perbatasan Laut Karibia dan Samudra Atlantik. Negara ini, ternyata juga tersentuh cahya Islam. Salah satu bukti perkembangan Islam di Barbados adalah berkembangnya pendidikan disana.

Dikutip dari Republika, akademi ini mendistribusikan beragam pamflet berisi beragam aspek dalam Islam, termasuk membahas isu-isu kontemporer yang dihadapi umat Islam saat ini. Lembaga ini juga menerbitkan jurnal empat bulanan berjudul Sa’wtus Saahil, siaran pengajian setiap pekan, dan program bulanan untuk anak-anak berusia 10 tahun ke atas.

Barbados juga memiliki pusat pengajaran Islam atau The Islamic Teaching Center. Ada pula The Institute of Islamic Propagation and Thought yang menyediakan dan mendistribusikan literatur Islam secara gratis kepada semua organisasi Islam. Berdiri pula The Medinah Foundation, yaitu organisasi yang membantu orang miskin dan yang membutuhkan, serta membangun hubungan yang sehat dengan komunitas lainnya. Keberadaan organisasi-organisasi dan sekolah Islam itu diharapkan dapat memantapkan keimanan umat Islam di Barbados sekaligus memberi pemahaman yang lebih baik bagi masyarakat non-muslim.

Warna Islam  di Benua Eropa

Tak bisa dipungkiri bahwa arus migrasi negara-negara Arab ke Eropa menjadi kunci awal bagaimana Islam dapat berkembang di Eropa. Islam berkembang pesat di berbagai negara benua Eropa.

Di Belgia misalnya, dilansir dari oaseislam.com, berdasarkan survei statistik, sebanyak 25% populasi dan 50% angka kelahiran di Belgia didominasi dari keluarga muslim, diprediksi juga bahwa di Belgia akan menjadi negara mayoritas Islam pada tahun 2025. Di Belgia merupakan tempat dengan populasi muslim terbesar di Eropa.

Islam merupakan agama terbesar kedua di Rusia, selain itu Moskow ibukota Rusia juga menjadi kota muslim terbesar di Eropa, hal ini bisa dibuktikan sebanyak 1,5 juta muslim saat ini tinggal di Moskow Rusia. Meskipun masih banyak hambatan untuk beribadah di negeri komunis itu, namun tidak dapat membendung pertumbuhan muslim di Rusia.

Menurut kantor berita BBC, Islam juga berkembang di Inggris, populasi muslim di Inggris terus bertambah sekitar 0,63 persen setiap tahunnya. Sedangkan di Prancis sendiri, diprediksi pada tahun 2027, angka kelahiran 1 dari 5 orang Prancis nantinya adalah seorang muslim. Diperkirakan hingga 50 tahun kedepan Islam akan menjadi agama besar di Perancis. Tak hanya itu, seorang muslim Sadiq Aman Khan pada 2016 lalu juga terpilih menjadi walikota muslim pertama di London, hal ini menunjukkan bahwa muslim dapat diterima di negara barat.

Kontributor: Mufatihatul Islam
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here