Anak perempuan dan ilustrasi pengetahuan. Foto: Pixabay.com

Suaramuslim.net – Berpikir kritis seperti telah menjadi keharusan bagi kita yang hidup di era digital saat ini. Saking pentingnya, bahkan menjadi salah satu keterampilan yang perlu dimiliki, karena diyakini tidak hanya akan mendukung keberhasilan dalam belajar tetapi juga bekerja.

Sebagaimana dikutip dari kelaspintar.id, berpikir kritis atau critical thinking sendiri, seperti diungkapkan Mertes (1991) merupakan sebuah proses yang sadar dan sengaja yang digunakan untuk menafsirkan dan mengevaluasi informasi dan pengalaman dengan sejumlah sikap reflektif dan kemampuan yang memandu keyakinan dan tindakan.

Kemampuan berpikir kritis biasanya mulai terlihat sejak usia 2 tahun. Apa saja tandanya? Anak suka bertanya dan protes jika sesuatu tidak sesuai dengan harapannya.

Amy Morin, L.C.S.W., psikoterapis dari Northeastern University, Boston, AS mengatakan bahwa untuk melatih anak yang demikian, bisa dimulai dengan komunikasi yang konstruktif dari lingkungan keluarga.

Bunda bisa membuka komunikasi konstruktif tersebut dengan cara-cara di bawah ini yang dilansir dari parenting.co.id.

1. Dengarkan pendapatnya

Selalu beri kesempatan anak menyampaikan pendapatnya terhadap hal apa pun. Saat bunda menunjukkan bahwa bunda menghargai apa yang dia pikirkan, dia akan mulai menghargai pendapatnya sendiri. Hal ini penting untuk mengasah pikiran kritisnya yang berperan membantunya membuat keputusan yang sehat.

2. Ajukan pertanyaan terbuka

Komunikasi yang konstruktif ditandai dengan pertanyaan terbuka. Hindari membuat pertanyaan yang memaksa anak hanya terjebak pada 2 jawaban saja, misalnya, ya atau tidak, mau atau tidak mau, bisa atau tidak bisa, kuning atau hijau, nasi atau mie, dan lain sebagainya.

Pertanyaan terbuka yang menggunakan kata tanya seperti ‘bagaimana’ akan mendorongnya mengeksplorasi pemikirannya lebih dalam. Tanyakan padanya bagaimana dia sampai pada keputusannya dan mengapa dia berpikir seperti itu.

3. Bicara tentang cara mendapatkan lebih banyak kebebasan

Ini adalah hal yang tidak semua orang tua akan bersedia memberikannya. Akan tetapi, hal ini penting dilakukan untuk menumbuhkan sikap kritisnya.

Ajak anak berdiskusi tentang bagaimana ia bisa mendapatkan lebih banyak kebebasan baik di rumah maupun sekolah. Kebebasan yang dimaksud bukanlah kebebasan tidak melakukan sesuatu, melainkan kebebasan melakukan sesuatu sesuai kemampuan dan standar anak.

Jadikan momen ini kesempatan mengajarkan bahwa peraturan dibuat berdasarkan kemampuan orang yang menjalaninya. Oleh karenanya, ia perlu andil untuk menunjukkan tanggung jawab apa saja yang bisa ia lakukan.

Jadi, jika dia menyelesaikan pekerjaan rumahnya dan mengerjakan tugasnya tanpa pengingat, ia akan lebih mandiri dan itu membuatnya merasa dipercayai bunda.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.