Me-Time untuk Bunda

Pentingnya Punya waktu untuk Bunda

Suaramuslim.net – Seiring merebaknya eksistensi mahmud alias mamah muda di dunia maya, banyak pula bermunculan berbagai postingan atau pendapat mengenai pola mengasuh anak hingga curahan hati dari si mamah muda. Salah satu istilah yang viral di kalangan para bunda adalah me time. Benarkah bunda butuh me time supaya terhindar dari depresi? Me time yang bagaimanakah yang tepat untuk bunda shalihah?

Me time adalah waktu untuk diri sendiri. Ketika seorang wanita telah memutuskan menjadi istri dan memiliki anugerah menjadi seorang bunda, secara otomatis hampir seluruh waktu, tenaga, perasaan, dan perhatian dilimpahkan kepada suami dan buah hati. Seringkali, bunda merasa kehilangan waktu untuk dirinya sendiri. Me time dibutuhkan untuk beristirahat sejenak dari aktivitas yang melelahkan serta melakukan recharge energi sehingga terhindarkan dari kejenuhan bahkan depresi.

Selain menjadi makhluk sosial, manusia memang membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri. Namun, cara memaknai me time inilah yang harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Pemahaman bunda dalam memaknai me time ini lah yang memandu bunda menjalankan aktivitas. Me time memang penting, namun bunda tidak disarankan untuk menjadikannya sebagai hal utama yang harus dituntut kepada suami dan anak-anak. Hal yang lebih penting diperhatikan adalah bagaimana bunda mengolah waktu bagi diri sendiri untuk hal-hal yang bermanfaat.

Baca Juga :  Memaafkan, Kunci Keharmonisan dalam Rumah Tangga

Seringkali bunda mengaitkan me time dengan waktu meninggalkan anak dan suami untuk pergi ke salon, pusat perbelanjaan, atau hang out bersama teman arisan. Jika selama ini bunda memaknai me time dengan condong kepada kegiatan tersebut atau sebagai ajang untuk menjauh dan meninggalkan kewajiban, maka ini lah pemahaman yang harus diperbaiki. Me time sejatinya juga dapat dilakukan tanpa meninggalkan kewajiban, seperti membaca buku sembari menyusui anak atau mendengarkan kajian online sembari membersihkan rumah.

Jika bunda masih merasa lelah, jenuh, dan stres akibat aktivitas yang begitu padat, maka diperlukan pula kerja sama dengan suami untuk meringankan tugas bunda. Sebab meskipun menjadi pengurus rumah tangga dan sekolah pertama bagi buah hati merupakan tugas utama bunda, namun ayah juga sebaiknya berperan serta membantu sang istri. Jika bunda merasa kesulitan dalam menghadapi masalah rumah tangga, bunda sebaiknya juga menceritakan masalah tersebut kepada orang yang terpercaya serta memberikan solusi yang tepat. Dengan melakukan hal ini, maka bunda akan tehindar dari stres yang kerap melanda mamah muda.

Baca Juga :  Nuansa Rahmah yang Membawa Limpahan Berkah

Tentunya sebagai seorang muslimah, bunda harus meniatkan segala sesuatu yang bunda lakukan ini karena menjalankan perintah Allah. Sabar disertai niatan ikhlas semata-mata untuk mencari ridha Allah akan menjadi energi yang dahsyat dalam menjalani kehidupan. Seberat apapun ujian yang diberikan melalui anak-anak dan persoalan rumah tangga lainnya insya Allah akan dihadapi dengan mudah dan ringan.

Oleh: Dinda Sarihati Sutejo
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.