Selamat Hari Sumpah Pemuda. Foto: suaramuslim.net

Suaramuslim.net – Angkatan Muda saya serukan, seruan yang saya sendiripun berjanji hendak melaksanakannya pula, sebelum kamu, sekedar tenaga yang ada padaku.

Kalian adalah harapan Islam di zaman depan. Sebab itu pelajarilah Islam. Pelajarilah dasar aqidahnya sehingga mantap, lalu kuatkan dengan ibadah, sampai menjadi darah daging.

Benamkan dirimu kedalamnya sampai ideologi (Islam) itulah kekayaanmu. Hingga kamu ridha melarat, ridha dikucilkan bahkan ridha mempunyai pendirian sendiri di dalam menilai segala soal, walaupun orang kiri-kananmu tidak berani lagi menyatakan pendirian itu.

Dengan tegaknya aqidah, dikuatkan dengan ibadah, kian lama kian leburlah diri ke dalam cita-cita. Sehingga kian tumbuhlah dalam jiwamu kepercayaan, kita manusia ini hanya alat Tuhan belaka, buat menegakkan apa yang diperintahkan-Nya.

Kalau orang komunis seperti Sudisman berdiri tegak, dengan muka tenang menunggu hukuman mati, kalau Nyono masih sempat bersyair seketika mendengarkan vonis, padahal mereka hendak menghancurkan agamamu, mengapa kamu yang mempertahankan ajaran Allah, menjaga agama pusaka akan ragu menghadapi segala kemungkinan di dalam keyakinan?

Baca Juga :  Peran Pemuda Muslim dalam Sumpah Pemuda

Sebabnya ialah karena belum banyak yang membenamkan dirinya kedalam cita-citanya sebagaimana cita-cita orang komunis itu. Islam kita terima sebagai agama, dan kita marah kalau dikatakan tidak Islam. Tetapi Islam itu sendiri belum meresap ke dalam jiwa. Kita belum merasakan lezatnya iman, kita belum merasakan nikmatnya ideologi. Ketahuilah, yang utama dalam menegakkan ideologi bukanlah mesti bergelar alim, bukanlah harus ahli fiqh atau memiliki titel kesarjanaan, melainkan karakter (Quwwatul-Khulqi).

Orang yang dapat menghapal Qala Ta’ala, Qala Rasulullah, menurut Imam Syafi;i begini, menurut Imam Hanafi begitu belum tentu dapat mempertahankan agama kalau karakternya tidak ada. Ideologi menimbulkan iradah, cita-cita menuju maksud yang mulia.

Ideologi menimbulkan harga diri yang jauh lebih mahal dari harta dan tahta. Ideologi menimbulkan rasa khidmat dan kewajiban. Maka orang-orang yang memiliki cita-cita ideologi tidak akan mau menukarnya walaupun dengan harta dan kekuasaan.

Binalah diri ini terlebih dahulu dengan memperdalam aqidah dan ibadah, perteguh hubungan dengan Tuhan. Dengan pertalian yang teguh dengan Tuhan, hadapilah tugasmu dalam hidup. Maka apapun yang terjadi, kalian akan tetap merasa bahagia. Sebab didalam jiwamu ada kekayaan.

Baca Juga :  Kaukus Pemuda Surabaya Desak Dewan Sahkan Raperda Kepemudaan Sebagai Kado Sumpah Pemuda

Rangkuman tulisan HAMKA dalam Artikel Panji Masyarakat; Benamkan Diri ke Dalam Cita-Cita

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.