PKS Bersyukur RUU P-KS Ditunda Pengesahannya

PKS Bersyukur RUU P-KS Ditunda Pengesahannya

PKS Bersyukur RUU P-KS Ditunda Pengesahannya
Sejumlah aktivis menggelar aski yang menolak disahkannya RUU PKS (Foto: Istimewa)

JAKARTA (Suaramuslim.net) – DPR RI akhirnya menunda RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) untuk disahkan pada periode sekarang. Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengapresiasi keputusan yang diambil dalam lobi pimpinan dewan ini.

“Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, dan doa para tokoh masyarakat dan ulama serta pihak-pihak yang masih memiliki nurani untuk menjaga moralitas bangsa akhirnya RUU P-KS ditunda pengesahannya. Perjuangan kami tidak sia-sia,” ungkap Jazuli kepada media, Kamis (26/9).

Fraksi PKS menilai RUU ini jauh dari semangat nilai-nilai Pancasila, agama, dan budaya ketimuran dalam rumusan naskah akademik dan pasal-pasalnya. Untuk itu perlu kajian mendalam dan perbaikan mendasar secara filosofis yang mengacu pada nilai-nilai tersebut.

“Fraksi PKS merasa berkewajiban melindungi warga bangsa dari kekerasan seksual tapi kami juga punya tanggung jawab moral untuk menjaga moralitas bangsa sesuai Pancasila dan konstitusi,” tegasnya.

Untuk itu, lanjut Anggota Komisi I ini, pihaknya ingin ada undang-undang yang komprehensif melindungi warga bukan saja dari kekerasan seksual tapi dari kerusakan moral anak bangsa.

“Sudah benar RUU ini ditunda pengesahannya untuk menghasilkan RUU yang lebih kuat dalam mencegah dan menindak secara efektif segala bentuk kejahatan seksual dengan mengatasi akar masalahnya secara tepat sesuai nilai-nilai Pancasila dan konstitusi,” pungkas Jazuli.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on twitter
Share on Twitter
Share on whatsapp
Share on WhatsApp
Share on telegram
Share on Telegram

Leave a comment

newsletter-suaramuslim

Suara Muslim Newsletter

Informasi Terbaru di Inbox Anda

Kabar terkini dan penawaran menarik dari Suara Muslim. Newsletter dikirim via email. Ayo berlangganan, gratis!