Inilah 4 Tanda Golongan Orang Kafir

1925
tanda golongan Orang Kafir

Suaramuslim.net – Seringkali seseorang dengan mudahnya menyebut orang lain kafir, tanpa mengerti ciri-ciri orang kafir yang sesungguhnya. Bahkan, terkadang perilaku seseorang telah menyerupai orang kafir namun ia tak menyadarinya. Bagaimana ciri-cirinya?

Dalam terminologi kultural, kata ini digunakan dalam agama Islam untuk merujuk kepada orang-orang yang mengingkari nikmat Allah (sebagai lawan dari kata “syakir”, yang berarti orang yang bersyukur). Kāfir berasal dari kata kufur yang berarti ingkar, menolak atau menutup.

Pada zaman sebelum Agama Islam, istilah tersebut digunakan untuk para petani yang sedang menanam benih di ladang, menutup/mengubur dengan tanah. Sehingga kalimat kāfir bisa diimplikasikan menjadi “seseorang yang bersembunyi” atau “menutup diri”. Jadi menurut syariat Islam, manusia kāfir yaitu, mengingkari Allah sebagai satu-satunya yang berhak disembah dan mengingkari Rasul Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai utusan-Nya.

Mengenai kafir dan mukmin, ternyata semuanya tertulis pada lauhul mahfûdz. Allâh berfirman,” Dia-lah yang menciptakan kamu maka di antara kamu ada yang kafir dan di antaramu ada yang mukmin. dan Allâh Maha melihat apa yang kamu kerjakan.” (At-Taghâbun/64 : 2).

Baca Juga :  Rendah Hati, Disuka Manusia, Dicintai Allah

Allah menjelaskan jalan orang-orang yang mendapatkan kebahagiaan serta orang-orang yang celaka. Allah azza wa jalla memuji para hamba yang bertakwa dan mencela orang-orang kafir. Allah azza wa jalla juga mengingatkan para hamba-Nya agar tidak latah meniru sifat-sifat orang kafir. Dalam Al Quran banyak penjelasan tentang perbuatan dan keyakinan rusak orang-orang kafir serta perangai dan sifat-sifat mereka yang buruk.

Menolak Berhukum dengan Syariat Allah

Menolak berhukum dengan syariat Allah. Sekalipun manampakkan diri sebagai orang Muslim (bersongkok, berjilbab) tetapi mereka tidak mau berhukum dengan syari’at Allah, maka akan dihukumi kafir. Sikap mereka ini dicatat dalam Al Quran,“Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul! Niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (QS:An-Nisa’: 61).

Percaya Ramalan

Siapa saja yang mengklaim mengetahui perkara ghaib, maka ia termasuk dalam golongan kaahin (tukang ramal) atau orang yang berserikat di dalamnya. Karena ilmu ghaib hanya menjadi hak prerogatif Allah sebagaimana ayat berikut “Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah” (QS. An Naml: 65).

Baca Juga :  Apa Bahaya Terbesar Dari Penyakit Hati?
Sombong

“Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan Jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa….” (QS al-Fath: 26)

Mengingkari  Nikmat Allah dan Putus Asa Pada RahmatNya

“Mereka mengetahui nikmat Allâh, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir.” (QS. An-Nahl: 83)

Putus asa dari rahmat Allah ta’ala termasuk dosa besar. Allah ta’ala berfirman,  “Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”(Q.S. Yusuf : 87).

Demikian uraian mengenai ciri orang kafir, semoga diri ini tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang kafir.

Kontributor: Mufatihatul Islam
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here