Terkait Pelarangan Masjid di Papua, Menag: Dahulukan Musyawarah

89
Indonesia Jadi Tuan Rumah Konsultasi Tingkat Tinggi Ulama Dunia
Menteri Agama Lukman hakim Saifuddin saat diwawancarai wartawan (Foto: Dok Suaramuslim.net/ Ali Hasibuan)

Jakarta (Suaramuslim.net) – Persekutuan Gereja-Gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) beberapa hari yang lalu menuntut pembongkaran menara Masjid Al-Aqsha Sentani karena lebih tinggi dari bangunan gereja yang sudah banyak berdiri di daerah itu.

Hal ini menuai respons dari sejumlah pihak, termasuk Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. Menag berharap agar masalah ini bisa diselesaikan dengan musyawarah. Menag juga mendukung rencana tokoh agama untuk menggelar dialog yang produktif dengan para pihak terkait.

“Selesaikan dengan musyawarah. Kami mendukung penuh langkah-langkah pemuka agama, tokoh masyarakat, dan pemda yang akan melakukan musyawarah antar mereka,” kata Menag di Jakarta, Minggu (18/03).

Menag mengatakan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan sejumlah tokoh Islam di Papua dan juga ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk ikut membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Saya telah berkomunikasi dengan para tokoh Islam Papua, juga Ketua Umum PGI Pusat dan Ketua FKUB Papua untuk ikut menyelesaikan masalah tersebut,” sambungnya.

Menag juga mengingatkan agar ketentuan regulasi sebagai hukum positif dan hukum adat beserta nilai-nilai lokal yang berlaku haruslah menjadi acuan bersama.

Baca Juga :  20 Tokoh Indonesia Masuk Dalam 500 Muslim Berpengaruh di Dunia

Selain itu, Menag meminta masing-masing pihak mengedepankan sikap saling menghormati dan menghargai, serta tidak memaksakan kehendak dan pandangan masing-masing. Menurutnya, kerukunan antar umat serta persatuan dan kesatuan bangsa harus ditempatkan pada tujuan tertinggi dalam menyelesaikan masalah.

“Kedepankan suasana kedamaian dan kerukunan antarumat beragama di Papua yang telah dicontohkan dan diwariskan para pendahulu kepada kita semua,” ujarnya.

Dirinya juga telah memerintahkan jajarannya di Kanwil Kemenag Provinsi Papua dan Kakankemenag Jayapura untuk proaktif dalam ikut menyelesaikan persoalan ini. Kakanwil dan Kakankemenag diminta bertindak konkret dengan memfasilitasi proses dialog dan musyawarah yang akan digelar dengan baik.

“Saya minta Kakanwil dan Kakankemenag proaktif dan terus melaporkan progress penyelesaian masalah di sana,” tuturnya.

Diinformasikan bahwa PGGJ menuntut  agar pembangunan menara Masjid Al-Aqsha Sentani dihentikan dan dibongkar. PGGJ meminta agar tinggi gedung masjid tersebut diturunkan sehingga sejajar dengan tinggi bangunan gedung gereja yang ada di sekitarnya. PGGJ beralasan menara Masjid Al-Aqsha saat ini lebih tinggi dari bangunan gereja yang sudah banyak berdiri di Sentani.

Baca Juga :  Erdogan Sebut Israel Teroris

Ketua Umum PGGJ, Pendeta Robbi Depondoye meminta agar pembongkaran dilakukan selambat-lambatnya pada 31 Maret 2018, atau 14 hari sejak tuntutan resmi diumumkan hari ini. PGGJ juga sudah menyurati unsur pemerintah setempat untuk pertama-tama menyelesaikan masalah sesuai aturan serta cara-cara persuasif.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhamamd Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here