Ada Apa Dengan Adzan dan Iqamah?

583
adzan dan iqamah

Suaramuslim.net – Tahukah Anda, bahwa adzan dan iqamah yang biasa terdengar ternyata memiliki hal yang luar biasa. Berikut beberapa faidah singkat seputar keutamaan dan hukum fiqih terkait waktu antara adzan dan iqamah.

Panggilan adzan lengkap dengan iqamahnya tentu sudah sangat sering terdengar di telinga setiap umat Islam. Panggilannya yang terdengar lima kali sehari ternyata tidak hanya menjadi pemanggil umat Islam untuk menunaikan perintah shalat. Namun, juga mengandung kemuliaan di dalamnya.

Dilansir dari muslim.or.id, berikut ini adalah hal-hal yang perlu diketahui pada adzan dan iqamah.

Salah Satu Waktu Terkabulnya Doa

Di antara adzan dan iqamah adalah salah satu waktu terbaik untuk berdoa, karena pada waktu itu adalah waktu dikabulkannya doa. Hadist yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menjelaskan tentang itu. Ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa antara adzan dan iqamah, maka berdoalah (kala itu).” (HR. Ahmad, shahih)

Baca Juga :  Membuat Masjid Kembali Makmur

Dari Anas bin Malik pula, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa yang tidak mungkin tertolak adalah ketika antara adzan dan iqamah.” (H.R. At-Tirmidzi, hadits hasan shahih).

Terdapat Pahala Shalat Sunnah

Ketika seorang sampai di masjid, hendaknya tidak duduk terlebih dahulu, alangkah baiknya ia melakukan shalat sunnah 2 rakaat. Shalat tersebut bisa jadi shalat sunnah wudhu, shalat sunnah tahiyyatul masjid, shalat sunnah rawatib, atau sekedar shalat sunnah mutlak antara adzan dan iqamah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang shalat sunnah tahiyyatul masjid, “Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka hendaknya ia shalat dua rakaat sebelum ia duduk.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Terkait shalat sunnah mutlak, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Antara adzan dan iqamah itu terdapat shalat, Rasul mengulanginya tiga kali, bagi siapa yang berkehendak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Shalat sunnah rawatib yang paling utama adalah shalat sunnah fajar / shalat sunnah qabliyah shubuh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua rakaat shalat sunnah shubuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim).

Baca Juga :  Kasihan Pak Presiden Joko Widodo
Jarak Antara Adzan dan Iqamah

Jika berbicara tentang waktu di antara adzan dan iqamah, maka akan timbul pertanyaan. Apa tolok ukur jarak waktu iqamah setelah adzan dikumandangkan? Dari ‘Ubay bin Ka’ab, Jabir bin ‘Abdillah, Abu Hurairah dan Salman al-Farisi, Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jadikan (waktu) antara adzan dan iqamahmu, sesuai dengan orang yang tidak tergesa gesa dalam menunaikan hajatnya dan orang yang tidak tergesa gesa dalam menyelesaikan makannya.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Shahihah no. 887).

Kesimpulannya, jarak antara adzan dan iqamah dapat diperkirakan kurang lebih antara 10-15 menit. Disimpulkan dari hadits di atas yang menyebutkan bahwa waktu antara adzan dan iqamah adalah seperti orang yang sedang makan dan dia tidak tergesa-gesa dalam makannya.

Kontributor: Mufatihatul Islam
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here