NU

Sejarah Nyinyir Keindonesiaan

Sejarah Nyinyir Keindonesiaan Kita

Suaramuslim.net – Beberapa waktu lalu Harian kompas menyikapi kebiasaan nyinyir pada Warganet yang kian hari semakin beringas. Perbedaan yang menjadi kekayaan keberagamaan di Indonesia semakin jarang terdengar, yang ada perbedaan ini menjadi bahan nyinyir di setiap media sosial yang ada. Nyinyir dan kritik adalah dua hal yang hampir sama namun berbeda tujuan, nyinyir lebih kepada […]

Sejarah Nyinyir Keindonesiaan Kita Read More »

KH. Hasyim Asy’ari Ulama Nusantara Benteng Agama

KH. Hasyim Asy’ari: Ulama Nusantara Benteng Agama (2)

Lanjutan dari artikel pertama “Hasyim Asy’ari: Ulama Nusantara Benteng Agama (1)” Suaramuslim.net – Dalam Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah Nahdhatul ‘Ulama, Mbah Hasyim mewanti-wanti umat Islam agar tidak mengikuti paham Syiah. Bagi pendiri NU ini, baik Syiah Imamiyah maupun Syiah Zaidiyah bukanlah mazhab yang sah untuk diikuti. Mazhab yang sah hanya empat mazhab yaitu Hanafi,

KH. Hasyim Asy’ari: Ulama Nusantara Benteng Agama (2) Read More »

KH. Hasyim Asy’ari Ulama Nusantara Benteng Agama

KH. Hasyim Asy’ari: Ulama Nusantara Benteng Agama (1)

Suaramuslim.net – Dalam kegiatan ISF (kegiatan dwi pekanan INSIST (Institute for The Study of Islamic Thought and Civilizations) 28 April 2018 ini, saya berkesempatan untuk mendengarakan Kholili Hasib, M.Ud. yang menyajikan makalah dengan judul KH. Hasyim Asy’ari dan Isu-Isu Pemikiran Aswaja. Pembahasan tentang Mbah Hasyim -sapaan akrab beliau di Jawa- sangat penting mengingat posisi beliau

KH. Hasyim Asy’ari: Ulama Nusantara Benteng Agama (1) Read More »

Buya Hamka

Betulkah Buya Hamka Pengikut Tarekat Qadiriah wa Naqsyabandiyah?

Suaramuslim.net – Buya Hamka, ulama dan Sastrawan besar abad 20 ini perlu saya perkenalkan kepada mahasiswa yang mayoritas berkultur NU. Apa Tujuannya? supaya mereka tahu bahwa ada elit Muhammadiyah seperti Hamka yang punya perhatian terhadap dunia Tasawuf. Jadi tidak semua orang Muhammadiyah alergi terhadap Tasawuf. Pendapat-pendapat Hamka mengenai Tasawuf dapat diketahui melalui buku karangannya yaitu

Betulkah Buya Hamka Pengikut Tarekat Qadiriah wa Naqsyabandiyah? Read More »